Gapura Perbatasan Sampang–Pamekasan Rusak, Perbaikan Terganjal Anggaran

1 hari yang lalu 8
KM/MUHAIMIN| MEMBAHAYAKAN: Kondisi gapura pemisah Sampang-Pamekasan terkini, beberapa bagian gedung diturunkan lantaran mengalami kerusakan.

KABAR MADURA | Kerusakan gapura pemisah wilayah Kabupaten Sampang-Pamekasan nan berada di area Desa Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, belum diperbaiki sepenuhnya oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang.

Kepala Bidang Konservasi dan Pertamanan DLH Sampang, Prima Adi Wirawan, mengatakan bahwa beberapa bagian gapura nan rusak tersebut telah diturunkan pada 10–15 Agustus 2026 lalu.

“Sebagian diturunkan, sementara nan tetap bisa dipertahankan tetap dipertahankan,” ujar Prima, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, kerusakan pada gapura tersebut disebabkan oleh kondisi besi nan mengalami pengeroposan. Selain aspek usia gedung nan sudah cukup lama, posisi gapura nan berada di area dekat laut juga mempercepat proses korosi alias perkaratan pada bagian berbahan besi.

“Pilarnya itu dari batu bata, sedangkan bandonya dari besi. Karena berdekatan dengan laut, korosinya lebih sigap berkarat. Jadi selain usia gedung nan sudah lama, juga dipengaruhi aspek lingkungan,” jelasnya, Kamis (17/9/2026).

Prima menjelaskan, kewenangan terhadap gapura pemisah wilayah tersebut sebelumnya berada di bawah Dinas Cipta Karya Sampang. Namun, setelah lembaga tersebut tidak lagi menangani kewenangan tersebut, pengelolaan gapura sekarang berada di bawah DLH Sampang.

DLH mulai menangani gapura tersebut sekitar tahun 2022. Sebelum kerusakan semakin parah, pihaknya melakukan pengecekan langsung di lokasi. Informasi mengenai kondisi gapura juga diperoleh dari masyarakat melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI).

Untuk perbaikan nan dilakukan pada Agustus 2026, anggaran berasal dari APBD Kabupaten Sampang. Total biaya nan dikeluarkan sekitar Rp3,45 juta untuk kebutuhan tenaga kerja dan peralatan.

Sementara itu, Prima mengatakan belum ada rencana perbaikan lanjutan terhadap gapura tersebut. Hal itu lantaran belum tersedia anggaran, terutama dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini.

“Untuk sementara belum ada rencana perbaikan ke depan lantaran belum ada anggaran, disebabkan efisiensi juga,” pungkasnya. (Muhaimin/waw)

Iklan Madura United

Selengkapnya