Kemarau Panjang dan Sejumlah Desa Dilanda Kekeringan, Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Shalat Istisqa

3 jam yang lalu 4

Ustadz Suaidi saat menyampaikan tausiah di hadapan ratusan penunggu Lapas Klas IIA Pamekasan. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kekeringan nan melanda sejumlah wilayah menjadi perhatian Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. Sebagai corak kepedulian sekaligus ikhtiar menghadapi kondisi tersebut, jejeran lapas berbareng penduduk bimbingan menggelar Shalat Istisqa’ dan angan bersama, Jumat (18/9).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Shalat Istisqa’ dan Doa Bersama untuk Memohon Hujan serta Mitigasi Dampak Kekeringan pada Satuan Kerja Pemasyarakatan Tahun 2026.

Pelaksanaan aktivitas dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan dipusatkan di Lapangan Olahraga Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. Sebanyak 20 petugas dan 150 penduduk bimbingan mengikuti seluruh rangkaian aktivitas tersebut.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kusnan turut datang berbareng jejeran pejabat struktural dan pegawai. Dari pihak luar, Ustadz Suaidi dan Ustadz Yayak juga datang untuk memimpin rangkaian kegiatan, termasuk sebagai pemimpin dan pengisi tausiah.

Rangkaian aktivitas diawali dengan dzikir bersama. Setelah itu, peserta melaksanakan Shalat Istisqa’ nan dilanjutkan dengan pidato kepercayaan dan angan bersama.

Suasana berjalan khusyuk. Para petugas dan penduduk bimbingan mengikuti setiap tahapan aktivitas dengan tertib hingga seluruh rangkaian selesai.

Dalam tausiah nan disampaikan, Ustadz Suaidi menjelaskan bahwa Shalat Istisqa’ tidak sebatas menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan.

Lebih dari itu, aktivitas tersebut menjadi momentum bagi umat untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Melalui Shalat Istisqa’ ini, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan nan membawa keberkahan. Namun, di sisi lain kita juga kudu melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri,” katanya.

“Kepedulian terhadap air juga kudu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari dengan tidak melakukan pemborosan dan menjaga lingkungan,” katanya.

Menurutnya, kondisi kekeringan juga perlu disikapi dengan meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan air. Upaya tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan.

Sementara itu, Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kusnan mengatakan, penyelenggaraan Shalat Istisqa’ dan angan berbareng menjadi salah satu corak kepedulian jejeran Pemasyarakatan terhadap kondisi nan tengah dihadapi masyarakat, terutama wilayah nan terdampak kekeringan.

“Kegiatan ini merupakan corak ikhtiar dan kepedulian kami terhadap kondisi kekeringan nan terjadi di sejumlah daerah. Selain memanjatkan angan dan memohon hujan kepada Allah SWT, kami juga membujuk seluruh jejeran dan penduduk bimbingan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya melalui penghematan dan konservasi air,” katanya

Kusnan menegaskan, aktivitas tersebut tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas keagamaan. Shalat Istisqa’ juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi penduduk bimbingan selama menjalani masa pembinaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan.

Melalui momentum tersebut, penduduk bimbingan diajak untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Allah SWT. Hal itu diwujudkan melalui taubat, memperbanyak istighfar, melaksanakan shalat dan memanjatkan doa.

Di sisi lain, aktivitas tersebut juga diharapkan bisa menumbuhkan kepedulian dan solidaritas antarsesama, khususnya dalam menghadapi akibat kekeringan nan dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.

Persoalan lingkungan turut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan aktivitas tersebut. Jajaran petugas dan penduduk bimbingan diharapkan tidak hanya memanjatkan doa, tetapi juga mengambil langkah nyata dengan menghemat penggunaan air dan menjaga kelestarian lingkungan.

Penghematan air menjadi salah satu corak kepedulian nan dapat dilakukan secara langsung. Dengan menggunakan air secara bijak dan menjaga lingkungan, diharapkan upaya menghadapi akibat kekeringan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Gerakan Shalat Istisqa’ dan angan berbareng tersebut juga tidak hanya berjalan di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. Kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak di beragam satuan kerja Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Gerakan nasional tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas jejeran Pemasyarakatan terhadap masyarakat serta wilayah nan sedang menghadapi persoalan kekeringan.

Melalui aktivitas tersebut, jejeran Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan berambisi ikhtiar nan dilakukan berbareng dapat menjadi bagian dari upaya menghadapi akibat kekeringan.

Selain memohon turunnya hujan nan membawa keberkahan, kepedulian terhadap air dan lingkungan diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh rangkaian aktivitas Shalat Istisqa’ dan angan berbareng di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan berjalan aman, tertib dan lancar. (nda)

Selengkapnya